Setting
: Lab VLSI
waktu
: March, 24 2013. 5.44pm waktu Taiwan selatan
Ide
menulis ini terinspirasi dari obrolan bersama teman saya-sebut saja
namanya Uky (nama disamarkan), saat dia bertemu dengan orang dambatan
hatinya alias bahasa kerennya “cem ceman” ada efek (berupa
getaran) tersendiri yang hadir dalam dirinya. Berikut cuplikan
kalimat yang dia critakan pada saya.
“Soale
nek pas ketemu, dg sadar atau tidak aku pasti langsung merasa
bahagia, jadi iku termasuk rangsangan parasympatic yow ..,
aku tidak bisa
mengendalikanny , seperti jantung kita yg berdebar, yg tidak bisa
dikontrol oleh pikiran ..,”
Menurut
kaidah bahasa yang baik dan benar, makna cuplikan tersebut adalah
sebagai berikut “Karena ketika bertemu, dengan sadar atau tidak
sadar, saya pasti langsung merasa bahagia, jadi itu termasuk
rangsangan parasympatic, yang saya tidak bisa
mengendalikannya, seperti jantung kita yang berdebar yang tidak mampu
dikontrol oleh pikiran.”
Saya
berfikir, andai Uky dewasa terlebih dahulu mungkin kata2 itu jadi
salah satu bait puisi rangga dan cinta dalam film Ada apa dengan cak
Mat (ehehe) maksudnya ada apa dengan cinta hehehe.
Well
(pake gaya prof. Chang), unik memang cinta itu, pendiskripsiannya pun
bermacam2. Ada yang bilang cinta itu seperti tepung, putih, halus
lembut, tp kalau diolah bisa jadi kue lezat sampai kue bantat, ada
yang bilang cinta itu seperti udara segar, tak pernah tampak tp dapat
dirasakan kesegarannya, ada juga yang mengatakan cinta itu seperti
laut, tempat muara perasaan hati. Dan ada yang lebih unik lagi,
mungkin dia kebanyakan nonton film HI (hantu Indonesia), cinta itu
seperti pocong, bikin loncat-loncat. Well, apapun pendiskripsiannya,
saya hanya bisa mengatakan cinta itu unik.
Back
to my friend's statement, ada istilah yang membuat saya de-javu
kebangku sma, rangsangan parasimpatik. Well, karena ada rangsangan emosi berupa broken hearth akhirnya saya bingung
melanjutkan tulisan ini. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar